Pembagian Bid'ah

Bismillaah wassholaatu wassalaamu 'alaa Rosuulillaah

1. Menurut Imam Izzuddin Abdul Aziz bin Abdissalam (577-660 H)
"Bid'ah adalah mengerjakan sesuatu yang tidak pernah dikenal (terjadi) pada masa Rosulullah saw." (kitab Qowa'idul Ahkam fii Mashalihil-Anaam juz 2 hal. 172)

2. Menurut Imam Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf an-Nawawi (Imam Nawawi) (631-676 H)
"Bid'ah adalah mengerjakan sesuatu yang baru yang belum ada pada masa Rosulullah saw." (Kitab Tahdzibil-asmaa' wal-lughot juz 3 hal. 22)

Pembagian Bid'ah

1. Menurut Imam Syafii
"Bid'ah (muhdatsat) ada dua macam; pertama sesuatu yg baru yg menyalahi Qur'an atau Sunnah atau Ijma', dan itu disebut bid'ah dlolalah. Kedua, sesuatu yg baru dlm kebaikan yg tidak menyalahi Qur'an, Sunnah dan Ijma' dan itu disebut bid'ah yg tidak tercela (bid'ah hasanah)." (Kitab Manaqib Syafii,karya Imam Baihaqi juz 1 hal. 469)

2. Menurut Imam Ibn Abdilbarr (seorang hafidz {hafal lebih dari 400 ribu hadits} dan faqih dari Madzhab Maliki)
"Adapun perkataan Umar, sebaik-baik bid'ah, maka bid'ah berdasar lisan arab (bahasa arab) adalah menciptakan dan memulai sesuatu yang belum pernah ada. Maka apabila bid'ah tersebut dlm masalah agama menyalahi sunnah yg telah berlaku, maka itu bid'ah yg tidak baik, wajib mencela dan melarangnya, menyuruh menjauhinya dan meninggalkan pelakunya apabila telah jelas keburukan alirannya. Sedangkan bid'ah yg tidak menyalahi syari'at dan sunnah, maka itu (termasuk) sebaik-baik bid'ah (bid'ah hasanah) (Kitab al-Istidzkaar juz 5 hal. 152)

3. Menurut Imam Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf an-Nawawi (Imam Nawawi)
"Bid'ah terbagi menjadi dua, bid'ah hasanah (baik) dan bid'ah qobihah (buruk) (Kitab Tahdzibil-asmaa' wal-lughot, karya Imam Nawawi juz 3 hal. 22)

4. Menurut Imam Hafidz Ibn Atsir al-Jazari dlm kitabnya an-Nihayah fi ghoribil-hadits wal-atsar.
"Bid'ah ada dua macam; bid'ah huda (sesuai petunjuk agama) dan bid'ah dlolal (sesat)

5. Menurut Imam Qodhi Abu Bakar Ibn Arabi al-Maliki (Ibn Arabi) dlm kitab karyanya "Aridzat al-Ahwadzi Syarh Jami' al-Tirmidzi,
"Umar berkata: "Ini sebaik-baik bid'ah". Bid'ah yg dicela hanyalah bid'ah yg menyalahi sunnah.

6. Menurut Imam Ibn Hajar Al-Atsqolani dlm kitabnya Fathul Bari juz 4 hal. 253
"Sebenarnya, apabila bid'ah itu masuk dlm naungan sesuatu yg dianggap baik menurut syara', maka disebut bid'ah hasanah. Bila masuk dlm naungan sesuatu yg dianggap buruk oleh syara', maka disebut bid'ah mustaqbahah (tercela)."

7. Menurut Imam al-'Aini (762-855 H) serang hafidz (yg hafal ratusan ribu hadits) dan faqih yg bermadzhab Hanafi berkata dlm kitabnya 'Umdat al-Qori juz 11 hal. 126:
"Bid'ah pada mulanya adalah mengerjakan sesuatu yg belum pernah adaa pd masa Rosulullah saw. Kemudian bid'ah itu ada dua macam. Apabila masuk dlm naungan sesuatu yg dianggap baik oleh syara' maka dsebut bid'ah hasanah, Apabila masuk dibawah naungan sesuatu yg dianggap buruk oleh syara', maka disebut bid'ah mustaqbahah (tercela)."

Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa menurut para Ulama' Ahlussunnah wal Jama'ah bid'ah terbagi menjadi dua, yaitu:
1. bid'ah hasanah (bid'ah yg sesuai dg dalil syara'/Qur'an dan Hadits Nabi saw.)
2. bid'ah dlolalah (bid'ah yg bertentangan dg dalil syara'/Qur'an dan Hadits Nabi saw.)

Walhamdulillaahirobbil'aalamiin

0 Response to "Pembagian Bid'ah"

Poskan Komentar